Jumat, 24 Agustus 2012

Ramadhan dan Kemerdekaan Hakiki


Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Merupakan nikmat yang sangat besar dan tiada tara, bahwa hari ini kita dipertemukan Allah Azza wa jalla dengan Ramadhan dalam keadaan Islam dan Iman. Dengan pertemuan ini kita mendapatkan kesempatan besar untuk mendapat ampunan dari Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut:
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih)
Maka ini adalah kesempatan besar, sekaligus nikmat yang agung. Akan tetapi, peluang besar ini juga menjadi sebuah kecelakaan bagi orang-orang yang menyia-nyiakannya sehingga ia keluar dari Ramadhan tanpa ampunan dari Rabb-nya. Maka malaikat Jibril pun mendoakan dengan diamini Rasulullah:
Celakalah seorang yang memasuki bulan Ramadhan namun dia tidak diampuni (HR. Hakim dan Thabrani)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Ramadhan kita kali ini bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65. Kita pun perlu mensyukuri nikmat kemerdekaan itu. Bahwa kemerdekaan itu kita raih di bulan Ramadhan pada tanggal 17 Agustus 1945, para pendahulu kita pun telah menyatakan bahwa ia merupakan rahmat dari Allah SWT. Di samping itu, sungguh peristiwa ini menjadi penguat bagi salah satu nama bulan Ramadhan. Yakni syahrul jihad. Bahwa Ramadhan adalah bulan di saat kaum muslimin memiliki gairah besar untuk berjihad menegakkan agama Allah, bukan bulan yang memperlemah umat Islam dalam hari-hari yang penuh kelesuan.

Maka sejarah umat bicara. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan dan kaum muslimin menuai kemenangan yang gemilang. 313 pasukan Islam berhasil mengalahkan 1000 pasukan kafir Quraisy yang bersenjatakan lengkap. Kemenangan gemilang pertama yang diraih umat Islam ini kemudian menjadi penguat eksistensi kaum muslimin di Madinah dan pembuka bagi kemenangan-kemenangan Islam berikutnya. Adakah pakar militer saat itu yang bisa memprediksi bahwa Rasulullah dan para sahabatnya bisa memenangkan peperangan? Dan kemenangan jihad ini terjadi di bulan Ramadhan!
Enam tahun kemudian terjadi peristiwa yang jauh lebih besar dan mempesona. Inilah penaklukan paling indah dalam sejarah umat manusia. Penaklukan tanpa korban jiwa. Kemenangan besar tanpa tetesan darah! Sepuluh ribu pasukan Islam yang dipimpin oleh Rasulullah memasuki Makkah dengan tenang, menang tanpa perlawanan. Bukan hanya kemenangan secara fisik yang membuat pasukan Makkah tidak berani memberontak, tetapi juga kemenangan jiwa sehingga keimanan masuk ke jiwa-jiwa mayoritas penduduk Makkah menggantikan seluruh kekufuran dan permusuhan mereka. Maka, tak ada satupun yang membela saat 360-an berhala di sekeliling ka’bah dihancurkan. Tak ada yang meratapi atau melakukan demontrasi saat berhala-berhala itu dilenyapkan. Sebab, sesaat sebelum dilenyapkan dari masjidil haram, Allah telah melenyapkan dari hati mereka. Inilah jihad dan kemenangan besar yang juga terjadi di bulan Ramadhan.
650 tahun kemudian juga terjadi peperangan yang dikenal dengan nama Ain Jaluth. Pasukan Islam melawan pasukan Tartar. Dua tahun sebelumnya Tartar di bawah pimpinan Hulako Khan telah menyerang Baghdad. Maka, bulan-bulan berikutnya adalah masa penderitaan dan kekalahan kaum muslimin, jatuhnya Baghdad, serta terbunuhnya khalifah. Hingga akhirnya jihad dikumandangkan yang terkenal dengan sebutan Perang Ain Jaluth. Kaum muslimin berhasil menuai kemenangan atas Tartar. Dan ini juga terjadi pada bulan Ramadhan.

Masih banyak sejarah jihad yang dimenangkan kaum muslimin di bulan Ramadhan.
Pada Ramadhan tahun 15 Hijrah, terjadi perang Qadisiyyah dimana orang-orang Majusi di Persia ditumbangkan. Pada Ramadhan tahun 53 H, umat Islam memasuki pulau Rhodes di Eropa. Pada bulan Ramadhan tahun 91 H, umat Islam memasuki selatan Andalusia. Pada Ramadhan tahun 92 H., umat Islam keluar dari Afrika dan membuka Andalusia dengan komandan Thariq bin Ziyad.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Jika Ramadhan telah menjadi bulan jihad, maka mari kita berdiri untuk memandangi wajah negeri ini. Sudahkah ia merdeka secara hakiki? Dan sudahkah kita mendapatkan kemerdekaan hakiki sebagai umat Islam Indonesia?
Kemerdekaan pertama yang harus dimiliki oleh manusia adalah kemerdekaan dari segala bentuk peribadatan kepada selain Allah. Jika seorang manusia masih dicekam ketakutan kepada sesama manusia, atau makhluk lain, lalu bisakah ia disebut merdeka? Padahal manusia sama derajatnya di sisi Allah. Yang membedakan hanyalah ketaqwaannya.
Jika dengan sesama manusia saja tidak boleh menghamba, maka bagaimanakah kiranya orang yang menghamba kepada makhluk lain selain manusia yang kedudukannya lebih rendah. Baik itu makhluk hidup, makhluk ghaib, maupun materi seperti harta dan kekuasaan.

Kemerdekaan pertama adalah kemerdekaan aqidah. Bahwa kita hanya beribadah kepada Allah, takut kepada Allah, dan berharap hanya pada Allah. Bertauhid dengan benar. Sehingga seorang mukmin tidak lagi memiliki kekhawatiran dan ketakutan, ia merdeka!
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran : 139)

Kemerdekaan beraqidah ini tentu saja berimplikasi pada kemerdekaan menjalankan syariat. Maka jika Islam hendak dilaksanakan secara kaffah tetapi justru dihalangi dan dibatasi, sesungguhnya kemerdekaan hakiki belum kita peroleh.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kemerdekaan hakiki berikutnya mensyaratkan kemerdekaan ekonomi dari riba dan kemiskinan sistemik. Maka kita lihat, selain membangun masjid, Rasulullah di Madinah juga membangun pasar. Para pebisnis Islam seperti Abdurrahman bin Auf juga bergerak untuk memerdekakan ekonomi Madinah dari dominasi ribawi Yahudi. Akhirnya, kehidupan ekonomi membaik. Pelaksanaan zakat yang menjadi salah satu rukun Islam juga mendukung perekonomian umat, mengurangi kesenjangan dan menciptakan keharmonisan hubungan dalam bermasyarakat.

Ketika ekonomi terjajah, mudah sekali seseorang atau sebuah negara sekalipun didikte untuk mengikuti segala kemauan pihak yang berkuasa secara ekonomi. Jika keputusan-keputusan hidup kita atau kebijakan negara ini kemudian tidak mandiri melainkan diintervensi asing karena ketergantungan ekonomi, sudahkah kita merdeka? Pada hakikatnya belum. Karena merdeka berarti tidak dipengaruhi oleh siapapun dan bebas menentukan jalan hidup agar sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kemerdekaan hakiki juga berarti kita merdeka untuk memperbanyak kebaikan sekaligus merdeka dari anasir-anasir negatif atau kemaksiatan. Hari ini kita mendapatkan fakta bahwa, muslimah yang berjilbab sebagian masih kesulitan bekerja di tempat publik dengan alasan jilbabnya; entah itu rumah sakit atau yang lainnya. Masih ada instansi-instansi yang tidak memberikan kesempatan luas kepada kaum muslimin untuk melaksanakan shalat tetap pada waktunya. Sebaliknya, kita seakan dibanjiri dengan berbagai kemaksiatan yang sebagiannya tidak bisa kita hadang karena masuk dalam wilayah privasi dan menerobos dalam keluarga kita. Media elektronik yang kaya dengan kemaksiatan namun miskin pendidikan, lokalisasi dan perjudian yang dilindungi, serta pergaulan bebas yang bahkan difasilitasi dengan penjualan kondom secara legal benar-benar membuat kemerdekaan tidak mencapai hakikatnya.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan asbabun nuzul ayat ini. Bahwa ada sebagian orang makkah yang berislam secara sembunyi-sembunyi. Namun mereka tidak ikut hijrah ke Madinah. Maka saat perang Badar, mereka dipaksa oleh kafir Quraisy untuk ikut berperang di pihak mereka. Saat melihat orang dari kelompok ini terbunuh, sebagian sahabat yang tahu hendak mendoakan mereka, namun Allah SWT menurunkan ayat ini.

Artinya apa? Kita tidak boleh berdiam diri dalam kelemahan. Kita tidak boleh menyerah dalam kondisi yang tidak ideal. Maka bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat bagi kita untuk bangkit. Bangkit dalam aqidah Islam yang benar, bangkit untuk menjalankan Islam. Bangkit untuk menunjukkan semua potensi kita. Bahwa kita bisa. Bahwa kita, dengan identitas keislaman kita, siap mencapai kemerdekaan hakiki. Mencapai hidup yang mulia dan berazam mendapatkan ridha dan surga-Nya.
oleh : Bp Wakidi
di : masjid Nurul Mukminin
17 Agustus 2012

MENJAGA LIDAH


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Disamping itu marilah kita bersyukur kepada-Nya atas limpahan dan rahmat, ni’mat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sekalian sehingga kita bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk serta bisa menghadiri pangila-Nya yang berupa shalat jum’at sebagaimana yang akan kita laksanakan siang hari ini. Mudah-mudahan apa yang telah atau akan kita laksanakan diterima dan diridhai oleh Allah.. aamiin..
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Khuthbah yang akan kami sampaikan ini mengenai menjaga lidah. Kita sebagai orang muslin memang dianjurkan supaya berhati-hati baik mengenai tindakan maupun ucapan, bahkan dalam menyampaikan nasehatpun harus dengan kata-kata yang baik. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang artinya sebagai berikut :
“Ajaklah (orang-orang) kepada jalan (agama) Tuhanmu dengan (penuh) hikmat dan nasehat yang baik serta berbantahlah (berkatalah) yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Dzat yang Maha Mengetahui orang yang sesat dari agama Allah serta Dia Maha Mengetahui orang yang mendapat  petunjuk”. (QS.An-Nahl : 125)
Ayat tersebut bisa kita simpulkan bahwa kita dianjurkan supaya mengajak orang yang belum beriman, menuju agama Allah dengan cara dan kata-kata yang baik, karena sesungguhnya Allah maha mengetahui orang yang benar-benar berimandan orang yang berpaling dari agamanya. 
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Kita dianjurkan oleh Allah supaya menjaga lidah dengan berkata yang baik atau diam jika ternyata tidak bisa berkata baik. sebagaiman sabda Rasulullah s.a.w. yang artinya sebagai berikut :
“Barang siapa percaya kepada Allah hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diamlah”. (HR.Bukharis)
Hadits tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat supaya berkata baik atau diam jika tidak bisa berkata baik.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Demikian khutbah yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan apa yang telah kami sampaikan diiringi dengan hidayah dan ridha Allah serta bisa bermanfaat bagi kisa sekalian.

oleh : Bp. Jaenal Abidin
di : Masjid Nurul Mukminin
10 Agustus 2012

Sabtu, 04 Agustus 2012

Khutbah Jum'at "Menyantuni Anak Yatim"


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu marilah kita bersyukur kepada-Nya atas limpahan rahmat, ni’mat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sekalian sehingga kita bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk serta bisa menghadiri pangila-Nya yang berupa shalat jum’at sebagaimana yang akan kita laksanakan siang hari ini. Mudah-mudahan apa yang telah atau akan kita laksanakan diterima dan diridhai oleh Allah.. aamiin..
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan tentang bagaimana meyantuni anak yatim. Kita diperintahkan supaya memberikan hartanya anak-anak yatim yang sudah dewasa agar mandiri dengan bekal harta tersebut dan tidak boleh menukar hartanya dengan yang lebih buruk. Sebagaimana Firman Allah yang artinya sebagai berikut
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah dewasa) harta mereka, dan janganlah kalian menukar yang baik dengan yang jelek dan janganlah kalian  makan harta mereka (bersama harta kalian). Sesungguhnya (menukar dan memakan harta) itu adalah dosa besar”. (An-Nisa’:2)
Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kita diperintahkan supaya memberikan harta anak-anak yatim yang sudah dewasa apa adanya tidak boleh menukar yang baik dengan yang buruk dan tidak boleh memakan harta mereka bersama harta kita. Karena perbuatan tersebut merupakan dosa besar.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Orang yang suka menyantuni dan memelihara anak-anak yatim kelak akan bersama-sama dengan Rasulullah s.a.w. didalam surga bagaikan dekatnya jari telunjuk dan ibu jari. Sebagaimana dinyatakan dalam sabda beliau yang artinya :
“aku dan orang yang menaggung (memelihara) anak-anak yatim  (dengan baik) ada disyurga seperti ini, seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dengan jari tengah dan beliau rentangkan kedua jarinya.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia..
Demikian khutbah yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan diiringi dengan hidayah dan ridha Allah serta bisa bermanfaat bagi kisa sekalian.

Oleh : Sularto
Di    : Masjid Darul Ulum
 Jum'at, 3 Agustus 2012

Rabu, 01 Agustus 2012

Memilih Bakalan Burung Prenjak


Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara burung prenjak,  pilih bakalan jantan yang rajin berkicau. Berikut ini panduan memilih prenjak jantan yang bisa Anda gunakan saat memilih bakalan burung prenjak.

1.Pilih yang berdada sangat hitam atau full hitamnya
2.Pilih yang energik dan pemberani jika didekati.
3.Pilih yang ekornya selalu diangkat ke atas seolah-olah siap bertarung.
4.Pilih yang memiliki bulu berwarna cerah.
5.Pilih yang d ikepalanya terdapat beberapa bulu semacam rambut yang terjuntai keluar
6.Paruh dan Tenggorokan tampak kehitaman.
7.Berkepala  besar dan Bodi yang sepadan dengan kepala, hal ini menandakan keindahan tubuh dan suaranya bakal lantang dengan volume tebal.
8.Teliti  bagian kaki, jari-jari jangan sampai cacat karena itu mempengaruhi harga burung.

Beberapa jenis burung prenjak:

1.Prenjak kebun/ciblek: dominan berwarna abu-abu di punggung, keputih-putihanan di dada hingga perut,e kor panjang mengembang, ada bintik putih di bagian bulu ekor, paruh hitam pekat agak panjang.
2.Prenjak sawah/alang-alang : dominan abu-abu di punggung,  bodi lebih ramping, paruh mungil agak kemerahan.
3.Prenjak Merah/bambu: Bodi lebih kecil dari prenjak sawah, pendek, warna bulu dominan abu-abu, kepala agak merah, ekor abu-abu pendek mengembang.

Berikan Komentar terhadap Blig ini Ya,,,,,,?

SMS GRATIS

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls